Membuktikan Prabowo bisa Ngaji dan Shalat

Perang tagar dan argumen antara pendukung Jokowi dan Prabowo selama beberapa minggu terakhir ini terasa sangat hebat. Mulai dari topik keberhasilan kepemimpinan Jokowi, tagar #2019gantipresiden, kinerja dan kebijakan pemerintahan, kenaikan dollar dan berbagai topik lainnya yang sepertinya tidak habis-habis menjadi perdebatan di jagat maya ini.

Berawal dari kehadiran Prabowo di acara “Surabaya Bersholawat” yang juga dihadiri Habib Syech, muncul video yang menunjukkan keengganan Habib Syech untuk berpelukan di Prabowo. Cuplikan videonya bisa dlihat disini https://www.youtube.com/watch?v=lY4YpD__V5g

Beberapa jam kemudian di grup-grup Whatsapp yang berbau politik, bermunculan postingan dengan hashtag #2019prabowongaji dan #prabowongaji dan isinya hanya berupa link-link berita : Baca entri selengkapnya »

SAYA INGIN MEMELUK MEILIANA

Hari ini pasal karet dalam KUHP tentang penodaan dan penistaan agama memakan korban. Dan lagi-lagi korbannya adalah saudaraku dari kalangan minoritas. Membaca kisah MEILIANA yang dihukum 18 bulan hanya karena mengeluhkan suara adzan isya’ dari masjid di dekat rumahnya, membuat perasaan saya tergerus. Ketidakadilan hukum di negeri ini kembali memakan korban. Hakim dan Jaksa yang tidak punya nurani kembali memporak-porandakan nalar sehat kita semua.

Kisah duka MEILIANA yang berasal dari Tanjung Balai Sumatera Utara ini dimulai pada tanggal 22 Juli 2016 lalu. Dia hanya sekedar mempertanyakan kepada tetangganya mengapa suara speaker di masjid terdengar lebih keras daripada biasanya. Pertanyaan sederhana dari perempuan keturunan Tionghoa yang cantik ini rupanya ditanggapi orang-orang cupet nalar dengan membabi buta. Lalu meledaklah emosi kaum cupet nalar dan logika ini dengan ramai-ramai membakar 14 Vihara di Tanjung Balai. Semua mereka lakukan dengan dalih membela agama yang ternista. Mereka merasa agama Islam telah ternoda dengan pertanyaan lugu dari Meiliana. Duuuh…….

Lalu MEILIANA yang dianggap pemicu kerusuhan terburuk dalam sejarah kota Tanjung Balai ini ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. Dan Selasa, 21 Agustus 2018, Hakim memvonis 18 bulan penjara Meiliana sesuai dengan tuntutan Jaksa. Dan anehnya para gerombolan liar yang membakar 14 Vihara itu hanya divonis 3 bulan. Quo Vadis keadilan di negeri ini. Alangkah lucunya negeri ini 😭 Baca entri selengkapnya »

Kristen dan Islam Saling Bunuh di Surga

Ini adalah cerita imajiner bagaimana Kristen dan Islam Saling Bunuh di Surga.
Jangan dipersekusi yah 🙂

Beberapa saat setelah saling bunuh dalam perang salib, orang Islam dan Kristen bertemu Allah di akherat…
Orang Islam : Ya Allah, saya sudah rela membunuh dan terbunuh demi menegakkan agamamu, sayalah syuhadamu, sayalah yg paling pantas masuk surga.
Orang Kristen : Ya Tuhan Allah kami, saya juga telah mati demi agamamu, sayalah martir sejatimu, sayalah yg paling pantas masuk surga.
Allah : Apa kalian yakin, yg kalian lakukan layak diganjar surga?
Orang Islam + Kristen : Tentu saja, kami sudah terlanjur kehilangan nyawa kami.
Allah : Kalau begitu kalian berdua berhak masuk surga. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Agama. Tag: , . 1 Comment »

Isi Surat Ahok dari Penjara

Rumah tahanan Depok Minggu 21 Mei 2017

Kepada para relawan dan pendukung ahok yang saya cintai semua yang telah menjalankan proses demokrasi di manapun berada. Saya telah banyak berpikir tentang kejadian yang saya alami. Saya mau berterimakasih kepada saudara-saudara yang terus mendukung saya dalam doa, kiriman bunga, makanan, kartu ucapan, surat, buku-buku, bahkan dengan berkumpul menyalakan lilin.

Saya tahu tidak mudah bagi saudara menerima kenyataan seperti ini, apalagi saya. Tetapi saya telah belajar mengampuni dan menerima semua ini jika untuk kebaikan berbangsa dan bernegara. Alangkah ruginya warga DKI dari sisi kemacetan dan kerugian ekonomi akibat adanya unjuk rasa yang mengganggu lalu lintas.

Tidaklah tepat saling unjuk rasa demo dalam proses yang saya alami sekarang ini. Saya khawatir akan banyak pihak akan menunggangi apabila para relawan unjuk rasa, apalagi benturan dengan pihak lawan yang tidak suka dengan perjuangan kita.

Terimakasih telah melakukan unjuk rasa taat aturan dan menyalakan lilin perjuangan konstitusi ditegakkan di NKRI, Pancasila, Undang-undang Dasar (UUD) 1945 dan Bhinneka Tungga Ika. Mari kita tunjukkan bahwa kita percaya Tuhan tetap berdaulat dan memegang kendali setiap bangsa. Kita tunjukkan bahwa kita orang yang beriman kepada Tuhan YME pasti mengasihi sesama manusia, pasti menegakkan kebenaran dan keadilan bagi sesama manusia.

Gusti ora sare, put your hope in the lord now and always (Mazmur 131 ayat 3). Dalam iman saya, saya katakan the lord wil work our distance for my life (Mazmur 138 ayat 8a).

Tertanda,
Ahok BTP

Ucapan Selamat Natal dari PKS

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah melalui akun twitternya (@Fahrihamzah) menuliskan: Di sela gerimis dan senyum anak negeri. Aku mengucapkan Selamat Natal bagi saudaraku yg merayakan. Damai semoga Indonesia Raya.

Selain itu, mantan aktivis KAMMI ini juga meretweet, akun twitter Rois Rahma Fathoni (@kaisar_el_rema), seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan pasca sarjana di Al Azhar Mesir. Di twitter itu, Rois yang juga aktivis PKS di negeri Seribu Menara itu membahas persoalan mengucapkan natal.

Sebelumnya, pada 24 Desember 2011, Rois Rahma juga menanyakan kapan Fahri Hamzah mengucapkan Natal. bang @Fahrihamzah ditunggu ucapan Natalnya untuk saudara-saudara kita kristiani. Sebagaimana al-azhar mengucapkan serupa di tgl 7 Januari. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Agama, Politik. Tag: , . 2 Comments »

Foto Pelaku Bom Bunuh Diri di Solo

Berikut adalah foto pelaku bom bunuh diri di Solo

Foto pelaku bom Solo
Bom bunuh diri terjadi di Gereja Bethel Indonesia Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah pada hari Minggu jam 11.55 saat jemaat sedang beribadah. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Agama. Tag: , , . 18 Comments »

Kekerasan atas nama agama, Ulama gigit jari!

Kekerasan terhadap AhmadiyahPeristiwa pengeroyokan jamaah Ahmadiyah di Pandeglang, Banten dan perusakan gereja dan fasilitas umum di Temanggung terjadi dalam 2 hari berturut-turut. Di Banten 3 anggota Jemaat Ahmadiyah tewas, lima orang luka-luka, mobil dan rumah dibakar, anda bisa menikmati indahnya video kekerasan tersebut di Youtube : Video Anti-Ahmadiyah Violence in Cikeusik.
Dari video terlihat massa yang beringas menimpuki dua pemuda yang sudah tidak berdaya dengan batu, bambu, dan kayu. Tampak seorang pemuda berjaket biru memukul dengan bambu tanpa henti. Sementara pemuda lainnya ikut memukul bertubi-tubi. Kerumunan massa yang mengitari dua pemuda yang kondisinya sangat mengenaskan itu terus meneriakkan takbir. Bahkan beberapa di antara mereka tampak asyik merekam kejadian itu melalui ponselnya.

Kecaman terhadap pemerintah sudah berulangkali disuarakan karena SKB 3 Mentri dianggap sebagai biang dari kerusuhan agama yang kerap terjadi di Indonesia. Juga negara dianggap tidak tegas dan kalah terhadap yang namanya gerombolan agama berjubah dan berjenggot. Demikian pula kepolisian yang dianggap tidak sanggup bahkan tidak berani mengambil tindakan terhadapa para anggota gerombolan tersebut. Apalag ditengarai Kapolri Timur Pradopo memilik kedekatan khusus dengan para petinggi salah satu ormas berjenggot di Indonesia yaitu FPI. Sehingga bisa dipastikan selama era Timur ini kelompok garis keras, paling tidak FPI bisa aman melenggang.
Lalu apakah memang pemerintah benar2 harus bertanggung jawab atas semua kerusuhan dan kekerasan atas nama agama di negara ini?

Kalau mau jujur, dalam suasana keagamaan di Indonesia yang rada carut marut ini telunjuk memang diarahkan pada kelompok garis keras sebagai pelakunya, saya kira itu sudah rahasia umum. Dan tragisnya, para ulama tidak ada yang sanggup mendebat para dedengkot kelompok dengan ideologi kekerasan agama semacam Baasyir. Ulama yang memang dekat dengan akar rumput sendiri tidak sanggup berdiri tegak melawan mazhab yang diusing dedengkot garis keras. Bahkan ulama banyak yang terikut dalam pemahaman garis keras tersebut, walaupun mengambil topeng “Islam moderat.” Baca entri selengkapnya »

%d blogger menyukai ini: